Latar Belakang

Ruang Lingkup

Berdasarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2019 tentang Manajemen Inovasi Perguruan Tinggi bahwa untuk meningkatkan penerapan, pemanfaatan, dan pengembangan hasil penelitian yang mengandung unsur kebaharuan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi untuk mendorong daya saing, kemandirian, perekonomian, dan kesejahteraan bangsa, perlu dilakukan manajemen inovasi oleh perguruan tinggi. Selanjutnya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2002 Tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, Dan Penerapan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi bahwa penguasaan, pemanfaatan, dan pemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pencapaian tujuan negara sesuai dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, yakni melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, serta mencerdaskan kehidupan bangsa, dan menyerasikan tata kehidupan manusia beserta kelestarian fungsi lingkungan hidupnya berdasarkan Pancasila. Berdasarkan hal tersebut, maka menjadi amanat Politeknik Indonusa Surakarta sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi di Indonesia, untuk mengembangkan inovasi dan teknologi serta aktivitas entrepreneurship agar mampu berkontribusi secara nyata dalam memajukan Indonesia. Untuk itu, Politeknik Indonusa Surakarta menyusun PEDOMAN KERJA UNIT INOVASI TEKNOLOGI & ENTREPRENEURSHIP, sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan manajemen inovasi yang sesuai peraturan perundangan yang berlaku, terselenggara secara efektif dan efisien, serta sejalan dengan Renstra POLINUS dan visi besar Menjadi Pusat Pendidikan Vokasi Unggulan Dalam Menyediakan Sumber Daya Profesional di tingkat global pada tahun 2027.

Pedoman Kerja Unit Inovasi Teknologi & Entrepreneurhip ini dibuat untuk kegiatan manajemen inovasi di Politeknik Indonusa Surakarta meliputi aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi, melalui fokus pengembangan teknologi, inkubator bisnis dan aktivitas generating income yang dilaksanakan civitas akademika POLINUS serta pihak-pihak yang terkait.

Terminologi

  1. Teknologi adalah cara atau metode serta proses atau produk yang dihasilkan dari penerapan dan pemanfaatan berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan, kelangsungan, dan peningkatan mutu kehidupan manusia.
  2. Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi, data, dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  3. Pengembangan adalah kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan memanfaatkan kaidah dan teori ilmu pengetahuan yang telah terbukti kebenarannya untuk meningkatkan fungsi, manfaat, dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada, _atau menghasilkan teknologi baru.
  4. Invensi adalah suatu ciptaan atau perancangan baru yang belum ada sebelumnya yang memperkaya khazanah serta dapat dipergunakan untuk menyempurnakan atau memperbarui ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada.
  5. Penerapan adalah pemanfaatan hasil penelitian, pengembangan, dan/atau ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam kegiatan perekayasaan, inovasi, serta difusi teknologi.
  6. Perekayasaan adalah kegiatan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk desain dan rancang bangun untuk menghasilkan nilai, produk, dan/atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang dan/atau konteks teknikal, fungsional, bisnis, sosial budaya, dan estetika.
  7. Difusi teknologi adalah kegiatan adopsi dan penerapan hasil inovasi secara lebih ekstensif oleh penemunya dan/atau pihak-pihak lain dengan tujuan untuk meningkatkan daya guna potensinya.
  8. Hak kekayaan intelektual yang selanjutnya disebut HKI adalah hak memperoleh perlindungan secara hukum atas kekayaan intelektual sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
  9. Badan usaha adalah badan atau lembaga berbadan hukum yang melakukan kegiatan usaha sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
  10. Inovasi adalah kegiatan penelitian, pengembangan, dan/ atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi.
  11. Manajemen Inovasi adalah serangkaian aktivitas dalam mendorong dan mengelola inovasi di perguruan tinggi.
  12. Politeknik Indonusa Surakarta selanjutnya disebut POLINUS adalah satuan penyelenggara pendidikan tinggi yang terdiri atas Program Diploma dan Sarjana Terapan.
  13. Unit Inovasi Teknologi & Entrepreneurhip selanjutnya disebut Unit INTENS adalah salah satu unit kerja di POLINUS yang berkoordinasi langsung dengan Direktur untuk fokus mengawal perencanaan kegiatan inovasi hingga hilirisasi produk-produk inovasi hasil karya dosen maupun mahasiswa.
  14. Direktur POLINUS selanjutnya disebut Direktur adalah pemimpin tertinggi POLINUS yang memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, membina tenaga pendidik, kependidikan dan mahasiswa, serta hubungan dengan lingkungannya.
  15. Ketua Unit Inovasi Teknologi & Entrepreneurhip, selanjutnya disebut Ketua Unit INTENS adalah pemimpin yang bertanggung jawab dalam seluruh kegiatan/ program yang dilaksanakan pada Unit INTENS.
  16. Ketua Bidang Inovasi & Teknologi, selanjutnya disebut Kabid Inovasi, bertugas membantu Ketua Unit INTENS dan penangggung jawab untuk mengelola sentra HKI (Hak Kekayaan Intelektual), Produk Inovasi Dosen dan Mahasiswa.
  17. Ketua Bidang Entrepreneurship, selanjutnya disebut Kabid Entrepreneur, bertugas membantu Ketua Unit INTENS dan penangggung jawab untuk mengelola inkubator bisnis dan generating income.
  18. Ketua Program Studi selanjutnya disebut Kaprodi adalah pemimpin pelaksana akademik yang melaksanakan pendidikan akademik dan/atau profesional dalam sebagian atau satu cabang IPTEKS tertentu dan bertanggungjawab kepada Wakil Direktur Bidang Akademik.
  19. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di POLINUS.

Dasar Hukum

  1. Undang-Undang No.12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
  2. PP No. 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi.
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Pendidikan Tinggi dan Penyelenggaraan Perguruan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 16, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5500).
  4. Permenristekdikti Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pedoman Tata Cara Penyusunan Statuta Perguruan Tinggi Swasta.
  5. Statuta Politeknik Indonusa Surakarta Revisi Tahun 2014.
  6. Rencana Induk Pengembangan (RENIP) 2007 – 2027.
  7. Rencana Strategis Pengembangan Jangka Menengah (2017-2022).
  8. Permenristek DIKTI No.24 Tahun 2019 tentang Manajemen Inovasi Perguruan Tinggi.
  9. SK. Direktur No. 420/DI/INDO/V/2019 tentang Organisasi & Tata Kerja Unit Inovasi Teknologi & Enterpreneurship Politeknik Indonusa Surakarta.

    Arah Kebijakan

      Politeknik Indonusa Surakarta telah memiliki kebijakan-kebijakan jangka panjang, menengah dan pendek. Kebijakan-kebijakan tersebut antara lain :

    1. Kebijakan jangka panjang : Rencana Induk Pengembangan (RENIP) 2007-2027
    2. Kebijakan jangka menengah : Rencana Strategis Pengembangan Jangka Menengah (2017-2022)
    3. Kebijakan jangka pendek : Rencana Operasional (Program Kerja Tahunan)
      Dalam Rencana Induk Pengembangan (RENIP) tahun 2007-2027 Politeknik Indonusa Surakarta menetapkan Strategi tahapan kemajuan yang dibagi dalam 4 tahap yaitu:

    1. Tahap peningkatan kapasistas institusional dan mutu manajemen internal
    2. Tahap peningkatan mutu, relevansi dan efisiensi program studi secara internal
    3. Tahap peningkatan mutu, relevansi dan efisiensi program studi secara eksternal
    4. Tahap pengembangan unggulan perguruan tinggi tingkat global
      Politeknik Indonusa Surakarta saat ini berada pada tahapan peningkatan mutu, relevansi dan efisiensi program studi secara eksternal. Pada tahap ini RENIP memiliki enam strategi antara lain :

    1. Penguatan kelembagaan dengan memegang prinsip good governance untuk mencapai organisasi yang lebih sehat.
    2. Pengembangan keunggulan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis nilai-nilai konservasi untuk mengembangkan peradaban bangsa yang berdaya saing global.
    3. Pendidikan dengan orientasi pada penumbuhan karakter.
    4. Perluasan dan peningkatan kesejahteraan bagi seluruh civitas akademika Politeknik Indonusa Surakarta sehingga mampu mengembangkan kinerja secara profesional.
    5. Peningkatan layanan prima yang amanah kepada semua pemangku kepentingan berlandaskan prinsip ketersediaan, keterjangkauan, kualitas sekaligus relevansi, kesetaraan, dan kepastian.
    6. Pengembangan jejaring kerja sama nasional, dan internasional baik dengan sesama lembaga pendidikan, riset, dan industri maupun lembaga lain yang relevan.